
Dalam sistem HVAC skala gedung, pabrik, rumah sakit, dan hotel, proses perpindahan panas tidak bisa dilakukan secara sederhana. Dibutuhkan alat yang mampu bekerja stabil, efisien, dan tahan dalam jangka panjang. Salah satu perangkat yang paling banyak digunakan adalah shell & tube heat exchanger.
Meski sering tersembunyi di ruang mesin, shell & tube heat exchanger memiliki peran besar dalam menjaga performa chiller dan sistem pendingin tetap optimal.
Apa Itu Shell & Tube Heat Exchanger?
Shell & tube heat exchanger adalah alat penukar panas yang terdiri dari:
- Shell: tabung utama berdiameter besar
- Tube: kumpulan pipa kecil di dalam shell
Dua fluida dengan suhu berbeda mengalir terpisah, sehingga panas berpindah tanpa tercampur. Desain ini membuat shell & tube heat exchanger sangat andal untuk aplikasi tekanan dan temperatur tinggi.
Aplikasi Shell & Tube Heat Exchanger di Sistem HVAC
Dalam sistem HVAC dan chiller, shell & tube heat exchanger digunakan sebagai:
- Condenser pada water cooled chiller
- Evaporator pada chiller tertentu
- Penukar panas pada sistem AHU dan proses industri
Karena fleksibilitas desainnya, unit ini banyak dipilih untuk gedung dengan jam operasional panjang.
Cara Kerja Shell & Tube Heat Exchanger (Versi Lapangan)
Cara kerjanya bisa dijelaskan sederhana:
- Fluida panas masuk ke sisi shell atau tube
- Fluida dingin mengalir di sisi sebaliknya
- Panas berpindah melalui dinding tube
- Kedua fluida keluar tanpa saling bercampur
Semakin bersih permukaan tube, semakin optimal proses perpindahan panasnya.
Material yang Digunakan
Pemilihan material sangat menentukan umur pakai unit, antara lain:
Tube
- Copper (paling umum)
- Cupronickel (tahan korosi air laut)
- Stainless steel (kondisi ekstrem)
Shell
- Carbon steel
- Mild steel dengan coating khusus
Untuk kebutuhan tertentu, jasa fabrikasi shell tube heat exchanger memungkinkan pemilihan material sesuai kualitas air dan beban kerja sistem.
Masalah Umum pada Shell & Tube Heat Exchanger
1. Kerak dan Fouling
Endapan mineral dan kotoran air menyebabkan:
- Efisiensi turun
- Tekanan kerja meningkat
- Konsumsi listrik membengkak
Masalah ini sering terjadi jika maintenance tidak rutin.
2. Kebocoran Tube
Kebocoran dapat disebabkan oleh:
- Korosi
- Getaran berlebih
- Umur pakai
Dalam kondisi tertentu, diperlukan jasa perbaikan kebocoran shell tube heat exchanger atau penggantian sebagian tube.
3. Kapasitas Tidak Sesuai Kebutuhan
Unit lama sering kali tidak lagi sesuai dengan beban gedung saat ini. Solusi terbaiknya adalah:
- Re-engineering
- Atau fabrikasi unit baru sesuai kapasitas aktual
Kapan Perlu Fabrikasi atau Penggantian?
Shell & tube heat exchanger perlu dievaluasi jika:
- Chiller sering trip tanpa sebab jelas
- Temperatur tidak tercapai meski komponen lain normal
- Biaya listrik meningkat drastis
Dalam kondisi ini, opsi jual shell tube heat exchanger atau fabrikasi custom sering lebih efisien dibanding perbaikan berulang.
Peran Fabrikasi Custom untuk Gedung & Industri
Melalui jasa fabrikasi shell tube heat exchanger, unit dapat disesuaikan dengan:
- Dimensi ruang mesin
- Kualitas air setempat
- Kapasitas chiller aktual
Hasilnya: sistem lebih stabil dan umur pakai lebih panjang.
Shell & tube heat exchanger bukan sekadar komponen pendukung, melainkan elemen vital dalam sistem HVAC dan chiller. Performa unit ini sangat memengaruhi efisiensi energi, keandalan sistem, dan biaya operasional gedung.
Perawatan rutin, evaluasi berkala, dan penanganan profesional adalah kunci menjaga sistem tetap optimal.
Jika Anda membutuhkan:
- Jasa fabrikasi shell tube heat exchanger
- Jual shell tube heat exchanger
- Jasa perbaikan kebocoran shell tube heat exchanger
Cipta Bayu AC siap membantu kebutuhan gedung, pabrik, hotel, dan rumah sakit di Jabodetabek.
📞 WhatsApp: 0812-1165-4722
🌐 Website: https://ciptabayuac.com
Baca Juga : Cara Kerja Shell Tube Condenser Heat Exchanger