

Pada beberapa artikel yang membahas water Cooled Chiller dan Air Cooled Chiller, tim Cipta Bayu AC sudah beberapa kali membahas sedikit mengenai Coil Evaporator dan Shell Tube Condenser, nah kali ini kita bahas secara lebih dalam mengenai Heat Exchanger yang berperan penting bagi Chiller, yuk sama-sama simak.
Dalam sistem pendingin industri seperti chiller, terdapat dua komponen vital yang bekerja saling melengkapi: condenser dan evaporator.
Meski sama-sama berfungsi memindahkan panas, keduanya memiliki peran berbeda dan saling bergantung untuk menciptakan pendinginan yang efisien.
Agar sistem chiller bekerja optimal, penting untuk memahami bagaimana kedua komponen ini bekerja dan bagaimana perawatannya dilakukan.
Apa Itu Condenser pada Chiller?
Condenser adalah komponen yang berfungsi membuang panas dari refrigeran setelah proses kompresi.
Pada sistem water cooled chiller, panas tersebut dipindahkan dari refrigeran ke air pendingin yang berasal dari cooling tower.
Sedangkan pada air cooled chiller, panas dilepaskan langsung ke udara dengan bantuan kipas.
Cara kerjanya:
- Refrigeran bertekanan tinggi dari kompresor masuk ke condenser dalam bentuk gas panas.
- Panas dari gas tersebut diserap oleh air atau udara pendingin.
- Refrigeran kemudian berubah wujud menjadi cair (proses kondensasi) sebelum masuk ke tahap berikutnya — expansion valve dan evaporator.
Tanpa condenser yang bersih dan bekerja dengan baik, tekanan refrigeran akan meningkat dan sistem akan kehilangan efisiensi, bahkan bisa menyebabkan kerusakan kompresor.
Apa Itu Evaporator?
Berbeda dengan condenser, evaporator adalah komponen yang berfungsi menyerap panas dari air proses atau udara ruangan untuk didinginkan.
Di sinilah proses pendinginan sebenarnya terjadi.
Pada sistem chiller, evaporator biasanya berbentuk coil atau shell & tube heat exchanger.
Air dingin yang keluar dari evaporator akan disirkulasikan ke ruangan, mesin, atau proses industri yang memerlukan pendinginan.
Proses kerjanya:
- Refrigeran cair tekanan rendah masuk ke evaporator.
- Ketika menyerap panas dari air atau udara, refrigeran berubah menjadi gas (proses evaporasi).
- Gas refrigeran kemudian kembali ke kompresor untuk diolah ulang — dan siklus pendinginan berulang.
Pentingnya Maintenance Rutin
Baik condenser maupun evaporator sama-sama rentan terhadap penurunan kinerja akibat kotoran, kerak, atau endapan mineral di dalam pipa.
Tanpa maintenance rutin, sistem bisa kehilangan efisiensi hingga 20–30%, bahkan menyebabkan chiller overheat.
Cipta Bayu AC menyediakan jasa maintenance chiller, termasuk:
- Pembersihan dan descaling shell & tube condenser
- Perawatan coil evaporator
- Pemeriksaan tekanan, suhu, dan kebocoran refrigeran
- Pengujian efisiensi dan arus kompresor
Pastikan sistem pendingin Anda bekerja dengan efisiensi maksimal!
Percayakan perawatan dan perbaikan chiller Anda pada Cipta Bayu AC, spesialis jasa maintenance chiller dan sistem HVAC industri di wilayah Jabodetabek.
Hubungi kami untuk konsultasi dan survey gratis:
📞 WA: 0812 11 654 722
📧 Email: ciptabayu@gmail.com
🌐 Website: www.ciptabayuac.com
Baca Juga: Pentingnya Descaling Condenser Heat Exchanger untuk Efisiensi Sistem Water Cooled Chiller