
Banyak pengelola gedung mengeluhkan masalah yang sama pada air cooled chiller:
➡ pagi hari dingin normal
➡ siang hingga sore kapasitas turun
➡ malam kembali stabil
Masalah ini sering dianggap “normal karena cuaca panas”. Padahal, berdasarkan pengalaman teknisi lapangan, drop kapasitas siang hari adalah tanda sistem tidak bekerja optimal dan berpotensi menimbulkan kerusakan jangka panjang.
Artikel ini membahas penyebab teknis utama air cooled chiller drop performa di siang hari, lengkap dengan solusi yang realistis.
Karakteristik Kerja Air Cooled Chiller
Air cooled chiller sangat bergantung pada:
- Suhu udara sekitar
- Aliran udara ke kondensor
- Kinerja fan dan motor
Berbeda dengan water cooled chiller yang relatif stabil, air cooled chiller sangat sensitif terhadap kondisi lingkungan.
Penyebab Utama Drop Kapasitas di Siang Hari
1️⃣ Suhu Lingkungan Terlalu Tinggi
Saat suhu lingkungan naik:
- Kemampuan kondensor membuang panas menurun
- Tekanan kerja sistem meningkat
- Kapasitas pendinginan otomatis turun
Ini bukan kesalahan unit, tapi harus diantisipasi dalam desain dan maintenance.
2️⃣ Kondensor Kotor atau Tertutup Debu
Debu, polusi, dan partikel halus yang menempel pada fin kondensor akan:
- Menghambat aliran udara
- Menyebabkan panas terjebak
- Membuat chiller kehilangan kapasitas secara perlahan
Masalah ini paling sering ditemukan di:
- Gedung dekat jalan raya
- Area industri
- Rooftop terbuka
3️⃣ Sirkulasi Udara Outdoor Unit Buruk
Kesalahan penempatan unit sering menyebabkan:
- Udara panas terhisap kembali (short cycling udara)
- Panas menumpuk di sekitar unit
- Kinerja fan menjadi tidak efektif
Ini bukan masalah mesin, tapi masalah layout.
4️⃣ Fan dan Motor Tidak Optimal
Beberapa kondisi yang sering terjadi:
- RPM fan menurun
- Bearing aus
- Motor fan mulai lemah
Akibatnya, aliran udara tidak cukup untuk membuang panas saat beban tinggi.
5️⃣ Tekanan Kerja Terlalu Tinggi
Tekanan kondensor yang terus tinggi di siang hari akan memicu:
- Sistem proteksi bekerja
- Kapasitas diturunkan otomatis
- Risiko trip jika dibiarkan
Di sinilah pentingnya jasa maintenance air cooled chiller yang rutin dan terukur.
Dampak Jika Masalah Ini Dibiarkan
Jika drop kapasitas dianggap normal:
- Kompresor bekerja di kondisi ekstrem
- Umur kompresor memendek
- Risiko shutdown meningkat
- Biaya perbaikan menjadi besar
Padahal, penanganan di tahap awal relatif sederhana dan jauh lebih murah.
Solusi Teknis yang Disarankan
Langkah yang biasa dilakukan teknisi berpengalaman:
- Cleaning kondensor secara menyeluruh
- Evaluasi airflow dan posisi unit
- Pemeriksaan fan, motor, dan bearing
- Monitoring tekanan kerja siang vs malam
- Penyesuaian jadwal dan beban operasional
Pendekatan ini jauh lebih efektif dibanding sekadar reset atau tambah refrigerant.
Kapan Harus Memanggil Teknisi?
Segera lakukan pengecekan jika:
- Chiller dingin hanya pagi atau malam
- Tekanan sering tinggi di siang hari
- Unit pernah trip saat beban puncak
Ini adalah peringatan awal, bukan kondisi normal.
Drop kapasitas air cooled chiller di siang hari bukan hal sepele. Masalah ini adalah kombinasi antara kondisi lingkungan, kebersihan kondensor, dan performa fan. Dengan perawatan dan evaluasi yang tepat, performa unit dapat kembali stabil tanpa harus mengganti komponen besar.
Jika air cooled chiller di gedung Anda:
- Drop kapasitas saat siang
- Tidak stabil di jam beban puncak
- Sering bekerja berat
Cipta Bayu AC siap membantu melalui:
- Jasa maintenance air cooled chiller
- Jasa service air cooled chiller gedung & industri
📞 WhatsApp: 0812-1165-4722
🌐 Website: https://ciptabayuac.com
Baca Juga : Air Cooled Chiller: Cara Kerja, Kelebihan, Kekurangan, dan Strategi Perawatan agar Tetap Efisien