Banyak kompresor AC dan chiller rusak bukan karena usia, melainkan akibat kesalahan perawatan dan pengoperasian yang berlangsung terus-menerus. Pada sistem pendingin gedung dan industri, terutama water cooled chiller, kesalahan kecil dapat berujung pada kerusakan besar dengan biaya yang tidak sedikit.
Artikel ini membahas kesalahan paling sering terjadi di lapangan yang secara perlahan namun pasti memperpendek umur kompresor, agar pengelola gedung dapat menghindarinya sejak dini.

1. Mengabaikan Kebersihan Kondensor & Heat Exchanger
Salah satu kesalahan paling umum adalah membiarkan kondensor dan heat exchanger kotor atau berkerak. Kotoran dan scale menghambat proses pelepasan panas sehingga kompresor harus bekerja lebih keras.
Dampaknya:
- Tekanan kerja meningkat
- Kompresor cepat panas
- Konsumsi listrik naik
Pada sistem water cooled chiller, kondisi ini sering terjadi jika tidak dilakukan perawatan rutin melalui jasa service water cooled chiller yang menyeluruh.
2. Frekuensi Maintenance yang Terlalu Jarang
Banyak pengelola gedung melakukan maintenance hanya ketika terjadi gangguan. Padahal, kompresor membutuhkan pemeriksaan berkala agar bekerja dalam kondisi ideal.
Akibatnya:
- Masalah kecil tidak terdeteksi
- Kerusakan berkembang menjadi serius
- Umur kompresor berkurang drastis
Maintenance preventif jauh lebih murah dibandingkan penggantian kompresor.
2. Frekuensi Maintenance yang Terlalu Jarang
Banyak pengelola gedung melakukan maintenance hanya ketika terjadi gangguan. Padahal, kompresor membutuhkan pemeriksaan berkala agar bekerja dalam kondisi ideal.
Akibatnya:
- Masalah kecil tidak terdeteksi
- Kerusakan berkembang menjadi serius
- Umur kompresor berkurang drastis
Maintenance preventif jauh lebih murah dibandingkan penggantian kompresor.
4. Pengisian Refrigerant yang Tidak Sesuai
Pengisian refrigerant yang kurang atau berlebih sering dianggap sepele. Padahal, kondisi ini sangat mempengaruhi pelumasan dan pendinginan kompresor.
Risikonya:
- Kompresor beroperasi tanpa pelumasan optimal
- Suhu internal meningkat
- Kerusakan motor kompresor
Pengisian refrigerant seharusnya dilakukan berdasarkan pengukuran, bukan perkiraan.
4. Pengisian Refrigerant yang Tidak Sesuai
Pengisian refrigerant yang kurang atau berlebih sering dianggap sepele. Padahal, kondisi ini sangat mempengaruhi pelumasan dan pendinginan kompresor.
Risikonya:
- Kompresor beroperasi tanpa pelumasan optimal
- Suhu internal meningkat
- Kerusakan motor kompresor
Pengisian refrigerant seharusnya dilakukan berdasarkan pengukuran, bukan perkiraan.
6. Operasional Melebihi Kapasitas Desain
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah menjalankan sistem AC atau chiller di luar kapasitas desainnya, misalnya menambah beban pendinginan tanpa penyesuaian sistem.
Akibatnya:
- Kompresor bekerja terus-menerus tanpa jeda
- Umur pakai menurun
- Efisiensi sistem menurun
Evaluasi kapasitas sangat penting sebelum menambah beban.
7. Mengabaikan Tanda Awal Kerusakan
Bunyi tidak normal, getaran, atau kenaikan konsumsi listrik sering diabaikan karena sistem masih “terasa dingin”.
Padahal, ini adalah peringatan awal bahwa kompresor bekerja tidak normal. Penanganan cepat dapat mencegah kerusakan besar.
Umur kompresor sangat dipengaruhi oleh cara sistem dioperasikan dan dirawat. Sebagian besar kerusakan sebenarnya bisa dicegah dengan perawatan rutin, pemeriksaan menyeluruh, dan penanganan dini.
Melibatkan teknisi berpengalaman melalui jasa service water cooled chiller adalah langkah penting untuk menjaga kinerja kompresor tetap optimal dan memperpanjang usia pakainya. Cipta Bayu AC juga menangani kerusakan kompresor/compressor semi hermetic reciprocating meliputi Overhaul dan Rewinding motor kompresor/compressor dan bergaransi.
Jika Anda mengelola gedung, pabrik, atau fasilitas industri dan ingin menghindari kerusakan kompresor yang mahal, Cipta Bayu AC siap membantu.
Kami melayani:
- Pemeriksaan kompresor AC & chiller
- Maintenance water cooled chiller
- Perawatan sistem pendingin gedung & industri
📞 WhatsApp: 0812 11 654 722
🌐 Website: www.ciptabayuac.com